Tanpa tiga kode ini, royalti karya Anda akan tersesat di jaringan database global. Penjelasan ringkas apa, kenapa, dan bagaimana mendapatkannya.
Industri musik global beroperasi di atas tiga kode pengenal: ISWC untuk komposisi, ISRC untuk rekaman, dan IPI untuk pencipta. Tanpanya, royalti Anda tidak akan ter-match di sistem distribusi internasional.
1. ISWC — International Standard Musical Work Code
Format: T-XXX.XXX.XXX-X (contoh: T-123.456.789-0)
ISWC mengidentifikasi komposisi musik — bukan rekamannya. Satu lagu yang sama, direkam ulang oleh 100 artis berbeda, tetap memiliki satu ISWC.
Cara mendapat: Diterbitkan otomatis oleh CMO/LMK saat Anda mendaftarkan karya pertama. Di Indonesia: WAMI atau KCI. Tidak bisa diminta secara terpisah.
2. ISRC — International Standard Recording Code
Format: 12 karakter — XX-XXX-YY-NNNNN (mis. ID-A1B-26-00001)
ISRC mengidentifikasi satu rekaman spesifik. Jika Anda merekam ulang lagu yang sama tahun depan, itu ISRC baru.
Cara mendapat:
- Lewat label rekaman yang sudah punya prefix ISRC terdaftar.
- Lewat distributor digital (DistroKid, TuneCore, Believe, Songtrust, dll) yang otomatis menerbitkan.
- Independen: register sendiri ke ASIRINDO sebagai badan resmi penerbit ISRC Indonesia (kode negara ID).
3. IPI / CAE — Interested Parties Information Number
Format: 9–11 digit angka (contoh: 1234567890)
IPI mengidentifikasi orang/badan hukum yang punya kepentingan di sebuah karya: pencipta, publisher, performer. Setiap kontributor di split sheet idealnya punya IPI.
Cara mendapat: Diterbitkan oleh CMO/LMK tempat Anda menjadi anggota. Setelah Anda terdaftar di WAMI/KCI, IPI Anda akan muncul di profil dan terdaftar di database CISAC global.
Kenapa tiga-tiganya penting?
Sistem royalti modern bekerja dengan matching engine: database pemakaian (laporan radio, log streaming, cue sheet film) di-match dengan database hak (siapa pencipta, siapa pemilik master, siapa publisher). Tanpa kode standar, matching gagal — royalti masuk ke "black box" dan jarang tersalurkan.
| Kode | Identifikasi | Penerbit | Domain Royalti |
|---|---|---|---|
| ISWC | Komposisi | CMO/LMK Pencipta | Performing & mechanical (komposisi) |
| ISRC | Rekaman | Label / distributor / ASIRINDO | Master, neighbouring, streaming |
| IPI | Pemilik hak | CMO/LMK | Routing pembayaran ke individu |
Kesalahan paling umum
- Beda nama di setiap database. "Andi" di KCI, "Andi K" di WAMI, "Andy K." di Spotify — tiga entitas berbeda di mata mesin.
- Mendaftar di LMK tapi karya tidak diberi ISWC. Tanyakan eksplisit ke LMK Anda.
- Distributor mengeluarkan ISRC baru tiap kali re-upload. Hindari — itu memecah data streaming Anda.
Tips publishing administrator. Layanan seperti LMKN memastikan ISWC, ISRC, dan IPI Anda match antar database SILM, CISAC, MLC, dan CMO mitra — krusial untuk royalti lintas negara yang konsisten.